Kamis, 08 November 2012

Story GRC part Two


Kamipun sering membuat guru meneteskan air mata kebanggaannya pada kami disaat kami membawa nama baik sekolah dan memperkenalkan siapa sekolah kami yang sebenarnya.
Walau tak sesering dengan ulah nakal yang telah kami lakukan :'D

Ini sangat mengharukan bagi kami ketika piala jatuh di tangan kami untuk beberapa kalinya dan membuat guru tersenyum atas apa yang kami telah berikan.

Setidaknya walaupun kami sangat nakal tapi semoga piala yang berwarna kuning ini bisa menjadi kenangan di suatu saat nanti kita telah pergi dari sini :'(.

Kami tak pernah mempunyai niat buruk untuk menyakiti hati guru orang yang telah memberi kami ilmu.

Tapi mungkin ini dimana masa kelabilan kami yang tergiur nikmatnya suatu permainan. Tak jarang juga kita memikirkan betapa nakalnya kami.

Suatu penyesalan yang teramat dalam karna telah membuat beberapa guru lelah dengan perbuatan kami, namun nasihatnya tiada henti membimbing kami.

walau kalimat nasihat itu terasa sangat membosankan.

Tertoreh cerita lucu saat kau tertawa bersama kami... terlukis wajah sedih saat kami melakukan salah...
tertuang ucapan yang sangat menyakitkan saat kau marah... terlitas senyuman saat kau melihat kami memperhatikan... terlihat wajah kekecewaan saat kami membantah... terukir kebangga.an di wajah saat kami meraih prestasi... dan...
terlihat tetes air mata yang membasahi pipimu saat kami terjatuh...
Kau bimbing kami dengan kesabaran..
kau nasihati kami dengan beribu ucapan,
kau marahi kami saat kami salah dan kau mengalah saat kami bertingkah.

kaulah wahai guru yang masih berdiri mendampingi kami selama ini dengan sejuta ulah kami :')

Di tahun ke 3 sebenarnya niatan kami sangat mulia yaitu menjadi anak baik, penurut dan pendiam.
Untuk menebus semua kenakalan yang pernah kami lakukan. Tapi ternyata niat kami selalu mendapat cobaan dengan ide ide konyol yang sering muncul.

Akhirnya rencana yang extream mulai untuk di lakukan yaitu

Pergi ke garut bandung tour sekolah yang sebenarnya pihak sekolah tak merencanakannya.

Berbagai rintangan kami lewati dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan, walau pada akhirnya setelah kami pergi pihak keluarga dan sekolah tau bahwa kami berbohong.

Dan rencana" yang extream lainnya yang sangat rahasia untuk di publikasikan. Dan akhirnya rencana itu gagal karna berbagai halangan yang sangat tak bisa kami toleransi juga.

Mungkin ini memang saatnya untuk kita menorehkan tinta putih untuk menutupi tinta hitam yang selama ini kami buat di sekolah ini.

Tapi kami tak akan melupakan semua yang telah menjadi kenangan seumur hidup kami di sekolah ini. Di sekolah Bunda Auni. Haha :D


CAPEEEEEEE ahh tangan udah pada keriting -_-

posting http://fitrizayn.blogspot.com
Like ·  · 

Story GRC part One


Dulu, 3 tahun yang lalu kami tak saling mengenal satu sama lain. Menyapa kami malu, menatap kami segan, berbicarapun hanya sekedarnya saja. Semua sangat membosankan disekolah yang baru guru baru dan teman baru yang menurut gue ga ada yang berkesan disini.

Semua berjalan begitu hambar, dengan kesunyian, hampaan dan selalu saja kelabu. Hari hari yang kelabu dengan putih abu abu.

Tapi dengan seiring berjalannya waktu semua berubah menjadi lebih biru, walau dengan candaan yang agak jayus aneh dan terkesan basi karna mungkin kita tidak saling terbuka .

candaan itu menjadi sangat memuakan bagiku. Hadirlah pencetus free talk but fun yaitu siti fatimah nasution yang selalu menceploskan hal apapun ke dalam bahasa yang aneh.

berawal dari sini kamipun masing masing berekspresi dengan gaya apapun walau kadang terkesan sangat aneh atau gaje. Tapi kegajean itu selalu membuat kami tertawa, selalu penuh dengan cerita baru.

Dan tawa yang tak palsu. Masih dalam batas kewajaran perteman kami di tahun pertama mengalir begitu datar dan agak membosankan.

Tahun ke dua kenakalan kenakalanpun sering kami lakukan tanpa di sadari kenakalan kami sudah melampaui batas. yang sebenarnya bukan niatan kami secara hati untuk melakukan itu.

Berawal dari salah satu teman kami yang bernama Aulia Azizah Ardhita yang sering bolos ga jelas.

Kamipun sebenarnya sering membicarakan dia karna sering sekali tertoreh huruf a di buku absensi siswa. Mungkin dia penat dengan kondisi kelas.

Bolos tak separah dengan kata cabut. Tak bisa di pungkiri bahwa kamipun sering sekali cabut ketika masih ada pelajaran tapi itu hanya beberapa anak nakal saja dari kelas kami.

Waktu bergulir dengan cepatnya tak sadar bahwa kami memang semakin dekat dalam menjalin pertemanan.

Menjadikan kenakalan kami lebih bervariasi.

Mungkin dalam hal contek mencontek, berisik dalam kelas
Telat sampe belasan menit atau tidak mengerjakan tugas itu hal yang biasa di lakukan para siswa.

Tapi kenakalan kami cukup sangat buruk untuk di lakukan, tapi ini bukan sepenuhnya kesalahan kami karna melakukan hal seperti mampu mengeluarkan guru dari sekolah, sering membuat guru menangis karna salah faham, mengecewakan guru karna keegoisan kami, cabut dari sekolah ke luar kota dengan membuat surat palsu, demo, memecahkan kaca sekolah saat pertengkaran hebat, adu argument yang mengguras emosi dan lain sebagainya.

Namun disisi kenegatifan kami lihatlah prestasi yang telah kami berikan kepada sekolah, perlombaan paskib,model,cerdas cermat,pidato,karate,kir,membuat cerita,dokumentasi,osis,ldks ade kelas,membantu guru dsb.

Walau kami teramat menjengkelkan namun kemampuan yang kami miliki bukan alasan kami untuk menjadi sombong dengan berbagai kenakalan .

Kami sadar betapa nakalnya kami hingga guru meneteskan air mata kekecewaannya tapi......


Bersambung ke part II :P 
Like ·  ·  · Share · Delete

Rabu, 12 September 2012

profile personil GRC

 AULIA AZIZAH ARDHITA







                      ZULFA AMALI








 EVHA ROSDIANA



NOVA RIANI SAPUTRI



SITI FATIMAH