Kamipun sering membuat guru meneteskan air mata kebanggaannya pada kami disaat kami membawa nama baik sekolah dan memperkenalkan siapa sekolah kami yang sebenarnya.
Walau tak sesering dengan ulah nakal yang telah kami lakukan :'D
Ini sangat mengharukan bagi kami ketika piala jatuh di tangan kami untuk beberapa kalinya dan membuat guru tersenyum atas apa yang kami telah berikan.
Setidaknya walaupun kami sangat nakal tapi semoga piala yang berwarna kuning ini bisa menjadi kenangan di suatu saat nanti kita telah pergi dari sini :'(.
Kami tak pernah mempunyai niat buruk untuk menyakiti hati guru orang yang telah memberi kami ilmu.
Tapi mungkin ini dimana masa kelabilan kami yang tergiur nikmatnya suatu permainan. Tak jarang juga kita memikirkan betapa nakalnya kami.
Suatu penyesalan yang teramat dalam karna telah membuat beberapa guru lelah dengan perbuatan kami, namun nasihatnya tiada henti membimbing kami.
walau kalimat nasihat itu terasa sangat membosankan.
Tertoreh cerita lucu saat kau tertawa bersama kami... terlukis wajah sedih saat kami melakukan salah...
tertuang ucapan yang sangat menyakitkan saat kau marah... terlitas senyuman saat kau melihat kami memperhatikan... terlihat wajah kekecewaan saat kami membantah... terukir kebangga.an di wajah saat kami meraih prestasi... dan...
terlihat tetes air mata yang membasahi pipimu saat kami terjatuh...
Kau bimbing kami dengan kesabaran..
kau nasihati kami dengan beribu ucapan,
kau marahi kami saat kami salah dan kau mengalah saat kami bertingkah.
kaulah wahai guru yang masih berdiri mendampingi kami selama ini dengan sejuta ulah kami :')
Di tahun ke 3 sebenarnya niatan kami sangat mulia yaitu menjadi anak baik, penurut dan pendiam.
Untuk menebus semua kenakalan yang pernah kami lakukan. Tapi ternyata niat kami selalu mendapat cobaan dengan ide ide konyol yang sering muncul.
Akhirnya rencana yang extream mulai untuk di lakukan yaitu
Pergi ke garut bandung tour sekolah yang sebenarnya pihak sekolah tak merencanakannya.
Berbagai rintangan kami lewati dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan, walau pada akhirnya setelah kami pergi pihak keluarga dan sekolah tau bahwa kami berbohong.
Dan rencana" yang extream lainnya yang sangat rahasia untuk di publikasikan. Dan akhirnya rencana itu gagal karna berbagai halangan yang sangat tak bisa kami toleransi juga.
Mungkin ini memang saatnya untuk kita menorehkan tinta putih untuk menutupi tinta hitam yang selama ini kami buat di sekolah ini.
Tapi kami tak akan melupakan semua yang telah menjadi kenangan seumur hidup kami di sekolah ini. Di sekolah Bunda Auni. Haha :D
CAPEEEEEEE ahh tangan udah pada keriting -_-
posting http://fitrizayn.blogspot.com
Walau tak sesering dengan ulah nakal yang telah kami lakukan :'D
Ini sangat mengharukan bagi kami ketika piala jatuh di tangan kami untuk beberapa kalinya dan membuat guru tersenyum atas apa yang kami telah berikan.
Setidaknya walaupun kami sangat nakal tapi semoga piala yang berwarna kuning ini bisa menjadi kenangan di suatu saat nanti kita telah pergi dari sini :'(.
Kami tak pernah mempunyai niat buruk untuk menyakiti hati guru orang yang telah memberi kami ilmu.
Tapi mungkin ini dimana masa kelabilan kami yang tergiur nikmatnya suatu permainan. Tak jarang juga kita memikirkan betapa nakalnya kami.
Suatu penyesalan yang teramat dalam karna telah membuat beberapa guru lelah dengan perbuatan kami, namun nasihatnya tiada henti membimbing kami.
walau kalimat nasihat itu terasa sangat membosankan.
Tertoreh cerita lucu saat kau tertawa bersama kami... terlukis wajah sedih saat kami melakukan salah...
tertuang ucapan yang sangat menyakitkan saat kau marah... terlitas senyuman saat kau melihat kami memperhatikan... terlihat wajah kekecewaan saat kami membantah... terukir kebangga.an di wajah saat kami meraih prestasi... dan...
terlihat tetes air mata yang membasahi pipimu saat kami terjatuh...
Kau bimbing kami dengan kesabaran..
kau nasihati kami dengan beribu ucapan,
kau marahi kami saat kami salah dan kau mengalah saat kami bertingkah.
kaulah wahai guru yang masih berdiri mendampingi kami selama ini dengan sejuta ulah kami :')
Di tahun ke 3 sebenarnya niatan kami sangat mulia yaitu menjadi anak baik, penurut dan pendiam.
Untuk menebus semua kenakalan yang pernah kami lakukan. Tapi ternyata niat kami selalu mendapat cobaan dengan ide ide konyol yang sering muncul.
Akhirnya rencana yang extream mulai untuk di lakukan yaitu
Pergi ke garut bandung tour sekolah yang sebenarnya pihak sekolah tak merencanakannya.
Berbagai rintangan kami lewati dan akhirnya kami sampai di tempat tujuan, walau pada akhirnya setelah kami pergi pihak keluarga dan sekolah tau bahwa kami berbohong.
Dan rencana" yang extream lainnya yang sangat rahasia untuk di publikasikan. Dan akhirnya rencana itu gagal karna berbagai halangan yang sangat tak bisa kami toleransi juga.
Mungkin ini memang saatnya untuk kita menorehkan tinta putih untuk menutupi tinta hitam yang selama ini kami buat di sekolah ini.
Tapi kami tak akan melupakan semua yang telah menjadi kenangan seumur hidup kami di sekolah ini. Di sekolah Bunda Auni. Haha :D
CAPEEEEEEE ahh tangan udah pada keriting -_-
posting http://fitrizayn.blogspot.com